Kawan...
Pongah, kau menantang menerjang
bak pejuang yang terus berteriak lantang
Seakan serak memilu takkan pernah bertandang
Kau lumat habis kisah yang kau ukir, hingga hingga asa itu menghilang
Aku tahu kejenuhan kerap menghampiri
Kegalauan kadang kala terselip dalam sepi
Pada akhirnya, kau nikmati lagu kegelisahan hati
Kau kini sendiri,
Terkulai lemas tak bernyanyi
Bahkan sang penyanyi pun tak sudi menghampiri
Maaf, bukan aku tak peduli
Yang kurasa aku telah kehilangan
mu, sahabat yang sangat ku kagumi.
Sekali lagi maaf, aku tak pernah berharap kau kembali lagi.
Tak mungkin bagiku berteman dengan orang suci
Atau berceloteh ria dengan manusia yang sangat berbakat jadi nabi.
(Wins)
Yogyakarta, 26 Oktober 2011
Maaf, Kau Harus Pergi
